Minggu ini niatan kembali menjadi blogger mulai direalisasikan, diawali dengan kembali berkunjung ke blog-blog favorit.

Walaupun memang belum banyak berpetualang di dunia blog, tp dari beberapa blog favorit, blog mas Fauzi dan milik dosen saya, Pak Ral, yang paling saya suka. Walaupun sama-sama masuk kategori “most favorite”, tp jangan dikira dua blog tersebut punya banyak kesamaan. Well, yang jelas, mereka berdua, saya nilai punya satu hal yang relatif sama; menggunakan bahasa-bahasa yang EKSPRESIF, atau dengan kata lain (masih penilaian saya lho..), tulisan mereka berdua tuh hidup, jadi kalau membaca blog mereka, layaknya lagi ngobrol sama orang yang penuh bahan obrolan, inspiring, dan ngasih banyak ilmu-ilmu tambahan.

Bedanya, karakter mas Fauzi lebih terstruktur dalam content blog dan kategori penulisan..(eh..maaf nih Pak Ral, jangan anggap ini penghinaan utk tulisan Bapak yah..). Terus, beliau tuh sering banget ngutip sesuatu dari buku, tapi gaya penyampaiannya itu simple, alias mudah dicerna, dan bikin perasaan tuh bener-bener bersyukur..dapet banyak ilmu, tanpa harus baca apalagi beli buku…: )

Kalau sang “blogger tua”, begitu Pak Ral sering menyebut dirinya, bener-bener memfungsikan blog jadi wadah penuang ide-ide, gagasan, curhat, perasaan, pokoke campur aduk…dan itu menjadikan saya yang membaca blog Pak Ral, menjadi lebih dekat, dan akhirnya, nggak jarang banyak inspirasi yang muncul setelah baca blog beliau.

Well, saya mengapresiasi blog sebagai penemuan hebat abad ini, bener-bener sudah membuka pagar-pagar publisitas dan pencurahan ide, gagasan, wacana, perspektif atau sejenisnya. Memang pada akhirnya akan ada, atau bahkan sudah ada, kekhawatiran tentang kemungkinan eksistensi blog, bila digunakan untuk sesuatu hal yang menentang nilai-nilai kebaikan yang telah eksis di masyarakat, dan cenderung sulit untuk dipertanggung jawabkan, akan mengancam norma dan sendi-sendi kehidupan, tapi bukankah bisa diambil sudut pandang sebaliknya, bahwa dengan blog, tidak ada satu bentuk media yang mendominasi, tapi di atas semua itu, blog memang telah membawa satu kebiasaan baru, yang salah satu “konsekuensi” lain yang mungkin timbul adalah memberikan nuansa baru untuk mencerdaskan masyarakat.

Bagi beberapa orang yang pernah melakukan trip ke luar negeri, utamanya ke negara-negara maju, pasti tidak menolak, bahwa pengalaman tersebut, benar-benar membawa wawasan baru. Tapi nuansa tersebut, juga dapat digantikan dengan membaca blog, dimana yang jelas, it is very affordable cost.

Paling engga kan bisa numpang internetan di kantor…hehe…