Sejuknya pagi membawa perasaanku membuncah..
Ingin rasanya hanya ucapan-ucapan terima kasih yang keluar dari mulut ini..
Terima kasih untuk Sang Pemberi Kehidupan..
Terima kasih untuk bunda sang pengajar sejati tentang makna kasih sayang
Terima kasih untuk zahra…seorang teman sejati yang tulus memberikan bongkahan cinta..
Terima kasih…dua kata sarat energi pembangun jiwa..
“Jazakallah my brother”….demikian yang kuingat….ucapan dari seorang Bangladeshi untukku setelah aku memberikan sebuah khutbah sederhana di suatu kesempatan Shalat Jum’at di Jepang…singkat, tapi sekali lagi…sangat menyentuh qalbu….
Perhatikan orang yang sering mengucap terima kasih…maka dapat dipastikan hidupnya adalah penuh dengan kebahagiaan dan rasa syukur….
ya..rasa syukur…ternyata bukan diukur dengan banyaknya materi….perhiasan, kendaraan, atau rumah mewah…karena seringkali, nikmat dirasakan sebagai sesuatu yang relatif….
maka ber”Terima Kasih” seharusnya menjadi kebutuhan kita….makanan qalbu…agar tetap merasa “kenyang”
coba kita ingat…seberapa sering kita ber”Terima Kasih” dalam sehari..?
March 7, 2008 at 9:11 pm
ternyata susah ya mengucapkan terima kasih….
March 17, 2008 at 10:30 am
coba kita ingat…seberapa sering kita ber”Terima Kasih” dalam sehari..?
Seingat saya minimal 5×33=165 kali pak.
Ternyata pak Yudis nongkrong di sini.
March 17, 2008 at 10:58 am
ah… nda juga..,
orang yang sering bersyukur pasti mudah berucap terimakasih…
walopun terkesann basa-basi,
coba deh..
ketika ada kendaraan yang berhenti utk membiarkan kita menyeberang,
ketika ada yang membuka/nutupkan pintu di kantor atau di rumah,
yang mempersilahkan kita duduk…
yang bersedia ngobrol dengan kita..
yang memuji kita..
yang memasak/membuatkan minum..
yang menyajikan makanan di warung..
…
…
…
(^_^)
March 17, 2008 at 11:17 am
@arifr
dikomen langsung sama mbak ciwid tuh…
@umar said
hehe…iya pak…klo buat saya nge-blog ini melatih sensitivitas thd lingkungan…dan gmn sharing perspektif ttg sesuatu. Btw..hitungannya menarik pak…dasarnya dari mana tuh..?
@ciwid
sepakat..konon memang ada riset di Eropa yang memang bernada sama…orang yang bahagia dan puas sama hidupnya pasti sering mengucapkan “terima kasih”..(orang eropa emang kurang kerjaan kali ya…gitu aja dibuat jadi riset)