March 2008


 thank-you-allah-book.jpg

Sejuknya pagi membawa perasaanku membuncah..

Ingin rasanya hanya ucapan-ucapan terima kasih yang keluar dari mulut ini..

Terima kasih untuk Sang Pemberi Kehidupan..

Terima kasih untuk bunda sang pengajar sejati tentang makna kasih sayang

Terima kasih untuk zahra…seorang teman sejati yang tulus memberikan bongkahan cinta..

Terima kasih…dua kata sarat energi pembangun jiwa..

“Jazakallah my brother”….demikian yang kuingat….ucapan dari seorang Bangladeshi untukku setelah aku memberikan sebuah khutbah sederhana di suatu kesempatan Shalat Jum’at di Jepang…singkat, tapi sekali lagi…sangat menyentuh qalbu….

Perhatikan orang yang sering mengucap terima kasih…maka dapat dipastikan hidupnya adalah penuh dengan kebahagiaan dan rasa syukur….

ya..rasa syukur…ternyata bukan diukur dengan banyaknya materi….perhiasan, kendaraan, atau rumah mewah…karena seringkali, nikmat dirasakan sebagai sesuatu yang relatif….

maka ber”Terima Kasih” seharusnya menjadi kebutuhan kita….makanan qalbu…agar tetap merasa “kenyang”

coba kita ingat…seberapa sering kita ber”Terima Kasih” dalam sehari..?

 supernova.jpg

“Our deepest fear is not that we are inadequate.

Our deepest fear is that we are powerful beyond measure.

It is our light, not our darkness, that most frightens us.

Your playing small does not serve the world.

There is nothing enlightened about shrinking so that other people won’t feel insecure around you.

We are all meant to shine as children do.

It’s not just in some of us; it is in everyone.

And as we let our own lights shine, we unconsciously give other people permission to do the same.

As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others.”

(Timo Cruz in Coach Carter Movie)