Sebenarnya, ketika log in masuk di wordpress ini, maunya nulis sesuatu 2 topik yang udah pengen diceritakan. Tapi begitu masuk ke TAB “post”, muncul pesan pemberitahuan bahwa masih ada draft berjudul persis seperti judul tulisan ini…hehe..ternyata masih punya utang.

Sekarang sedang giat-giatnya mencari ilmu tambahan tentang HRD, mengingat semakin terasa sekali kepentingan untuk menciptakan koordinasi yang baik dalam tim saya di kantor, dimana anggota tim semakin bertambah, semakin beragam dan pastinya semakin bermacam-macam pula masalahnya.

Satu situs yang jadi langganan saya menimba ilmu-ilmu seputar HRD adalah portalHR. Dalam beberapa artikelnya saya menemukan ternyata Ilmu HRD (human resource development) juga mengalami perkembangan, ketika pastinya HR/SDM hanya dipandang sebagai alat mencapai tujuan usaha, maka, pendekatan kompensasi saja sudah cukup menjadi pola hubungan pemilik usaha dengan SDM di perusahaan tersebut. Pekerjaan beres, gaji dibayar, pekerjaan belepotan, gaji dipotong…selesai, SDM hampir seperti benda mati yang hanya diperlakukan tindakan-tindakan satu arah.

Kemudian trend HRD berkembang ke prinsip utama bahwa karyawan adalah mitra. Kata-kata mitra dapat dengan mudah kita tangkap ada nilai kesejajaran di dalamnya. Komunikasi dua arah juga sudah mulai dipandang perlu dalam pandangan baru ini, dalam ilmu cabang manajemen lain semisal performance management, sudah diletakkan “feed back” sudah mulai diperhitungkan menjadi poin penting dalam berhasilnya penerapan manajemen kinerja. Training dan coaching adalah istilah-istilah yang juga berkaitan dengan pandangan ini.

Yang terakhir, yang saya baca dalam sebuah artikel di situs portalHR tersebut, SDM diletakkan kembali pada fungsi dasarnya sebagai seorang human being, dimana kepentingannya bukan hanya di-treatment, tapi juga lebih di-wong-ke. Disini keterlibatan pemahaman aspek psikologis manusia lebih ditekankan. Karyawan bagaimanapun adalah seorang manusia yang dapat merasa bosan, sedih, tersinggung, butuh perhatian, sekaligus butuh dihargai, butuh direspon cepat dan kebutuhan-kebutuhan psikologis dasar lainnya.

Bagaimana anda terhadap bawahan/karyawan anda ?

PS.

Lucu juga ketika iseng-iseng browsing ternyata nemu artikel dengan isi pembahasan yang hampir serupa..tapi semoga dapat melihat sudut pandang yang berbeda dari tulisan saya di atas